Pages

Jumat, 08 Februari 2013

CITRAAN PUISI



CITRAAN PUISI

Pengertian Citraan atau pengimajian
Dalam puisi, untuk memberi gambaran yang jelas, untuk menimbulkan suasana yang khusus, untuk membuat (lebih) hidup gambaran dalam pikiran dan penginderaan dan juga untuk menarik perhatian, penyair juga menggunakan gambaran-gambaran angan (pikiran), di samping alat kepuitisan yang lain. Yang kemudian menurut Pradopo, gambaran-gambaran angan dalam puisi itu disebut citraan (imagery).
Menurut Altenbernd bahwa citraan atau pengimajian adalah gambaran-gambaran angan atau pikiran, sedangkan setiap gambar pikiran disebut citra atau imaji. Gambaran pikiran ini adalah sebuah efek dalam pikiran yang menyerupai, atau gambaran yang dihasilkan oleh pengungkapan objek. Sehubungan dengan pengertian ini, maka arti kata harus diketahui, harus dapat diingat pengalaman indera atas objek yang disebut atau diterangkan.
Istilah citraan dalam puisi dapat dan sering dipahami dalam dua cara. Yang pertama dipahami secara reseptif, dari sisi pembaca. Dalam hal ini citraan merupakan pengalaman indera yang terbentuk dalam rongga imajinasi pembaca, yang ditimbulkan oleh sebuah kata atau rangkaian kata. Yang kedua dipahami secara ekspresif, dari sisi penyair, yakni ketika citraan merupakan bentuk bahasa (kata atau rangkaian kata) yang dipergunakan oleh penyair untuk membangun komunikasi estetik atau untuk menyampaikan pengalaman inderanya. Hal ini senada dengan Effendi yang secara jelas mengatakan bahwa penggunaan kata yang konkret dan khas dan penataan kata-kata itu dalam larik dan bait demikian rupa sehingga menggugah timbulnya imaji disebut pengimajian atau pencitraan.

Jenis-jenis Citraan
Gambaran-gambaran angan itu ada bermacam-macam, dihasilkan oleh indera penglihatan, pendengaran, perabaan, pencecapan, penciuman, perasaan, dan gerak.
Citraan yang timbul oleh penglihatan disebut citra penglihatan (visual imagery), yang ditimbulkan oleh pendengaran disebut citra pendengaran (auditory imagery) dan sebagainya. Gambaran-gambaran angan yang bermacam-macam itu tidak dipergunakan secara terpisah-pisah oleh penyair dalam sajaknya, melainkan dipergunakan bersama-sama, saling memperkuat dan saling menambah kepuitisannya. Berikut adalah penjelasan tentang jenis-jenis citraan serta contoh-contoh puisinya.

1)   Citraan Penglihatan
Yaitu citraan yang ditimbulkan oleh indera penglihatan (mata). Citraan ini dapat memberikan rangsangan kepada mata sehingga seolah-olah dapat melihat sesuatu yang sebenarnya tidak terlihat.

Contoh puisi:
Ada elang laut terbang
senja hari
antara jingga dan merah
surya hendak turun
pergi ke sarangnya.
………………………….
(Elang Laut / Asrul Sani)

2)   Citraan Pendengaran
Yaitu citraan yang ditimbulkan oleh indera pendengar (telinga). Citraan ini dapat memberikan rangsangan kepada telinga sehingga seolah-olah dapat mendengar sesuatu yang diungkapkan melalui citraan tersebut.

Contoh puisi:
Tak bisa kupenuhi panggilanmu
Meskipun suaramu bagaikan jeritan rem
Di telingaku. ………………..
……………………….
(Aku Harus Pergi / Acep Zamzam Noor)

3)   Citraan Perabaan
Yaitu citraan yang melibatkan indera peraba (kulit). Misalnya kasar, lembut, halus, kasar, panas, dingin, dsb.

Contoh puisi:
……
Kata
Adalah 12 tangan dewa
Memeluk sakti
Patung batu
……..
(Candi / Sitor Situmorang)

4)   Citra Pencecapan
Yaitu citraan yang melibatkan indera pencecapan (lidah). Melalui citraan ini seolah-olah kita dapat merasakan sesuatu yang pahit, asam, manis, kecut, dll.

Contoh puisi:
Hari mekar dan bercahaya:
Yang ada hanya sorga. Neraka
Adalah rasa pahit di mulut
Waktu bangun pagi
(Pembicaraan / Subagio Sastrowardojo)

5)   Citraan Penciuman
Yaitu citraan yang berhubungan dengan indera pemciuman (hidung). Kata-kata yang menngandung citraan ini menggambarkan seolah-olah objek yang dibicarakan berbau harum, busuk, anyir, dll.

Contoh puisi:
…………
Bau parfummu yang memabukkan
Tiba-tiba menyelinap lewat pintu kamar mandi
……….
(Menjadi Penyair Lagi / Acep Zamzam Noor)

6)   Citraan Perasaan
Yaitu citraan yang melibatkan hati (perasaan). Citraan ini membantu kita dalam menghayati suatu objek atau kejadian yang melibatkan perasaan.

Contoh puisi:
Betapa telah kulampaui waktu, kulewati ruang
Betapa telah katakik hati sendiri
Tanpa kutahu kerontang hari-hari sepiku
Tanpa kutahu hidupku dalam sembilu
(Masih Buat Ria Soemarta / Acep Zamzam Noor)

7)   Citraan Gerak
Yaitu citraan yang secara konkret tidak bergerak, tetapi secara abstrak objek tersebut bergerak.

Contoh puisi:
Pohon-pohon cemara di kaki gunung
Pohon-pohon cemara
Menyerbu kampung-kampung
…………
(Sarangan / Abdul Hadi)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

About Us

Tags